Komentar Pedas Prof Mudzakkir Soal Kamaruddin Cs Mengaku

Ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Prof. Mudzakkir menyoroti soal tim pengacara keluarga Brigadir J yang mengaku diusir dari lokasi rekonstruksi pembunuhan di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan. Ilustrasi Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com

jpnn.comJAKARTA – Ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Prof. Mudzakkir menyoroti soal tim pengacara keluarga Brigadir J yang mengaku diusir dari lokasi rekonstruksi pembunuhan di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan.

Mudzakkir mengatakan pengacara memang tidak wajib datang ke lokasi rekonstruksi suatu kasus.

Namun, untuk mengetahui dan memperdalam hal yang dibela, pengacara atau otoritas hukum dapat hadir dalam rekonstruksi.

Korban kejahatan, lanjut Mudzakkir, apabila masih hidup juga boleh hadir dalam rekonstruksi.

“Sebagai pelapor, keluarga korban dan pengacaranya juga boleh hadir sebagai pelapor, sebagai pencari keadilan, sekaligus untuk mengetahui keadaan yang benar, yang sebenarnya, dan mencegah terjadinya viktimisasi terhadap korban yang sudah meninggal dunia,” kata Mudzakkir kepada JPNN.com, Selasa (30/8).

Mudzakkir menambahkan kehadiran tim kuasa hukum keluarga Brigadir J dalam rekonstruksi tersebut sebenarnya diperlukan untuk mempercepat penemuan kebenaran materiel.

“Umumnya menyalahkan orang mati lebih mudah daripada menyalahkan orang hidup, tetapi pertanggungjawabannya amat sangat berat bagi orang yang beragama,” ujar Mudzakkir.

Menurut dia, kehadiran korban atau pengacaranya diperlukan untuk mempercepat penemuan kebenaran materiel.

Prof Mudzakkir menyoroti soal tim pengacara keluarga Brigadir J yang mengaku diusir dari lokasi rekonstruksi pembunuhan di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Teknologi